Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Postingan Populer

https://www.uhamka.ac.id/reg

Pemerintah Jangan Biarkan Persekusi Terulang Di Tahun Baru

Pemerintah Jangan Biarkan Persekusi Terulang Di Tahun Baru Babel Banten Bengkulu Jabar Jakarta Jateng Jatim Kalbar Kalteng Lampung ...

Pemerintah Jangan Biarkan Persekusi Terulang Di Tahun Baru

  • Babel
  • Banten
  • Bengkulu
  • Jabar
  • Jakarta
  • Jateng
  • Jatim
  • Kalbar
  • Kalteng
  • Lampung
  • Papua
  • Sumbar
  • Sumsel
  • Sumut
  • RMTV
News Tickers
  • Tembang Muram di Halaman 2018, 31 DESEMBER 2017 , 05:19:00
  • MUI: Rayakan Tahun Baru Jangan Berlebihan, Utamakan Perenungan Diri, 31 DESEMBER 2017 , 05:15:00
  • Rizieq Shihab: Ane Hijrah Ke Makkah, Allah Munculkan Ustadz Abdul Somad Di Indonesia, 31 DESEMBER 2017 , 05:07:00
  • Temui Rizieq Di Mekkah, Ustadz Abdul Somad: Saya Mau Tabayun, Semua Tuduhan Clear, 31 DESEMBER 2017 , 05:00:00
  • Pesan Kapolda Metro Jaya Untuk Anies-Sandi, 31 DESEMBER 2017 , 04:17:00
Pemerintah Jangan Biarkan Persekusi Terulang Di Tahun Baru

JUM'AT, 29 DESEMBER 2017 , 07:19:00 W IB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pemerintah Jangan Biarkan Persekusi Terulang Di Tahun Baru

Ilustrasi/Net

RMOL. Pemerintah harus segera hadir dalam menindak kasus persekusi yang tengah marak di tahun ini. Sehingga, kasus ini tidak terulang kembali di tahun depan. Berita Terkait Polri Belum Bisa Simpulkan Penghadangan Ustad Abdul Somad Adalah Persekusi DPR Desak Pelaku Persekusi Di Cikupa Dihukum Berat Aboe Bakar Tak Setuju Istilah Persekusi
Berdasarkan catatan Pusdikham Uhamka, di tahun 2017 telah terjadi 48 kasus persekusi.
"Teranyar, kasus dugaan persekusi terhadap tokoh agama, Ustadz Abdul Somad (UAS) oleh sekelompok orang intoleran di Bali awal bulan lalu ," ujar Direktur Pusdikham Uhamka Maneger Nasution dalam keterangan tertulisnya kepada redaksi.
Maneger pemerintah harus hadir memastikan hak konstitusional warga negara untuk secara bebas bergerak, berpindah, dan bertempat tinggal serta meninggalkan dan masuk kembali ke wilayah NKRI. Hal ini sebagaimana dijamin dalam pasal 27 UU 39/1999 tentang HAM.
"Termasuk, menjamin hak atas kebebasan beragama warga negara," sambung wakil ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah itu.
Presiden Jokowi tidak boleh membiarkan tindakan main hakim sendiri. Sebab, selain tidak elok, tidak berkeadaban, juga tidak menyelesaikan masalah, tapi justru memproduksi kekerasan-kekerasan baru.
Pemerintahan Jokowi, khususnya kepolisian negara harus menginvestigasi peristiwa itu dan memproses pelaku dan aktor intelektualnya secara profesional, independen, berkeadilan, transparan, dan tidak diskriminatif sesuai dengan hukum yang berlaku.
"Negara tidak boleh kalah dengan kelompok intoleran. Negara tidak boleh membiarkan impunitas," sambung mantan anggota Komnas HAM itu.
"Negara juga harus menjamin dan memastikan bahwa kasus dugaan persekusi dan intoleran ini tidak dieksportasi oleh pihak tidak bertanggung jawab ke daerah lain, demi keutuhan NKRI," tutupnya. [ian]

Berita Lainnya Selengkapnya Menteri Tjahjo: Isu SARA Paling Rawan Dimainkan Di Papua Dan Jawa Barat

Menteri Tjahjo: Isu SARA Paling Rawan Dimai..

MINGGU, 31 DESEMBER 2017

Lolos Jadi Calon Independen, DIAmi Mendaftar 8 J   anuari Di Pilwalkot Makassar

Lolos Jadi Calon Independen, DIAmi Mendafta..

MINGGU, 31 DESEMBER 2017

Donald Trump Makin Kelewatan, MER-C Akan Datangi Dubes AS Di Jakarta

Donald Trump Makin Kelewatan, MER-C Akan Da..

MINGGU, 31 DESEMBER 2017

Kebijakan Mencabut Subsidi Benih Padi Tak Berpihak Ke Petani

Kebijakan Mencabut Subsidi Benih Padi Tak B..

SABTU, 30 DESEMBER 2017

18 Triliun Dana Desa Diproyeksi Ciptakan 6,6 Juta Tenaga    Kerja

18 Triliun Dana Desa Diproyeksi Ciptakan 6,..

SABTU, 30 DESEMBER 2017

Mensos Luncurkan Resolusi 2018 Maksimalkan Capaian Program

Mensos Luncurkan Resolusi 2018 Maksimalkan ..

SABTU, 30 DESEMBER 2017

VIDEO POPULERJokowi Sandera Megawati Dengan BLBI?

Jokowi Sandera Megawati Dengan BLBI?

, 29 DESEMBER 2017 , 21:00:00

Sri Mulyani Mau Gadaikan Apa Lagi?

Sri Mulyani Mau Gadaikan Apa Lagi?

, 29 DESEMBER 2017 , 19:00:00

FOTO POPULERBertandang Ke Rumah Uskup

Bertandang Ke Rumah Uskup

, 26 DESEMBER 2017 , 01:42:00

Panglima TNI Hadiri Perayaan Natal

Panglima TNI Hadiri Perayaan Natal

, 29 DESEMBER 2017 , 05:31:00

Sudrajat-Syaikhu Salam Komando

Sudrajat-Syaikhu Salam Komando

, 28 DESEMBER 2017 , 04:41:00

Berita PopulerBerita TerkiniJika Prabowo Mau Jadi Presiden, Dukung Saya Maju Gubernur Papua

Jika Prabowo Mau Jadi Presiden, Dukung Saya Maju Gubernur Papua

29 Desember 2017 09:44

Pencopotan Kabais Terkesan Bersih-Bersih Orang Gatot

Pencopotan Kabais Terkesan Bersih-Bersih Orang Gatot

28 Desember 2017 14:56

Ruang Gerak Jokowi Dan PDIP Semakin Terjepit Di 2018

Ruang Gerak Jokowi Dan PDIP Semakin Terjepit Di 2018

27 Desember 2017 11:20

Gerindra: Tak Bisa Mempidanakan Megawati Lewat BLBI

Ge rindra: Tak Bisa Mempidanakan Megawati Lewat BLBI

29 Desember 2017 23:36

Abdul Somad Lebih Pancasilais Dari Jokowi Dan Megawati

Abdul Somad Lebih Pancasilais Dari Jokowi Dan Megawati

28 Desember 2017 15:38

Pesan Kapolda Metro Jaya Untuk Anies-Sandi

Pesan Kapolda Metro Jaya Untuk Anies-Sandi

31 Desember 2017 04:17

Pembangunan Jalan Layang Pancoran Dikebut, Sandiaga Tidak Mau Dimaki Orang Lagi

Pembangunan Jalan Layang P ancoran Dikebut, Sandiaga Tidak Mau Dimaki Orang Lagi

31 Desember 2017 04:02

Terungkap, Alasan Jumlah DPT Pilgub Jabar Menurun

Terungkap, Alasan Jumlah DPT Pilgub Jabar Menurun

31 Desember 2017 03:23

Koalisi Rakyat Bali Terbentuk, PDIP Sendirian Di Pilgub Bali

Koalisi Rakyat Bali Terbentuk, PDIP Sendirian Di Pilgub Bali

31 Desember 2017 03:09

LBH Bang Japar: Umat Muslim Resah Dengan Ade Armando

LBH Bang Japar: Umat Muslim Resah Dengan Ade Armando

31 Desember 2017 02:27

Trending Tag
# NATAL
# PILKADA
# PILPRES
# PRAMUKA
# SUMSEL
# SUMUT
# YERUSALEM
e-Paper RMOL Sabar Gorky Malam Budaya Media Kit RMOL Sumber: Google News | Koranmu Papua