Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

https://www.uhamka.ac.id/reg

Ada Wabah Penyakit, Presiden Tawarkan Relokasi Penduduk Asmat

Ada Wabah Penyakit, Presiden Tawarkan Relokasi Penduduk Asmat JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menawarkan relokasi kepada sejumla...

Ada Wabah Penyakit, Presiden Tawarkan Relokasi Penduduk Asmat

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo menawarkan relokasi kepada sejumlah penduduk yang bermukim di wilayah terpencil di Papua ke wilayah yang lebih mudah dijangkau unit pelayanan kesehatan.

Tawaran ini terkait wabah penyakit yang dari tahun ke tahun selalu melanda masyarakat di daerah terpencil Provinsi Papua. Tahun ini, wabah menghinggapi penduduk Kabupaten Asmat.

"Alangkah lebih baik apabila direlokasi ke kota. Jadi (penduduk) desa-desa direlokasi ke kota," ujar Jokowi di sela kunjungan kerja di Palembang, Sumatera Selatan, Senin (22/1/2018) sebagaimana dikutip siaran pers resmi Istana.

Baca juga : 4 Bulan 61 Anak Meninggal akibat Campak dan Gizi Buruk, Ini Kata Bupati Asmat

Jokowi yakin, pemerintah daerah mampu memfasilitasi relokasi penduduk. Jika pemerintah daerah tidak mampu bekerja sendiri, Jokowi menegaskan, p emerintah pusat siap turun tangan membantu relokasi penduduk Papua di wilayah terpencil.

Di satu sisi, Presiden menyadari bahwa relokasi adalah hal yang sulit. Sebab, pasti ada perubahan budaya.

Namun di sisi lain, relokasi merupakan solusi yang paling dapat dilaksanakan sesegera mungkin.

"Ini setiap tahun kejadiannya selalu ada. Kita tidak usah tutup-tutupi. Yang paling penting menurut saya bagaimana mencarikan jalan keluar agar saudara-saudara kita ini tidak terkena wabah penyakit seperti campak dan gizi buruk," ujar Jokowi.

Baca juga : TNI dan Polri Evakuasi 14 Anak Penderita Campak dan Gizi Buruk di Asmat

Menurut Jokowi, tim pelayanan kesehatan yang terjun untuk menangani pasien wabah penyakit terkendala medan yang sangat berat. Apalagi, penduduknya tersebar di beberapa wilayah sehingga akseptabilitas semakin rendah.

Presiden sendiri sampai menggambarkan betapa sulitnya medan yang ditempuh oleh tim pelayanan kesehatan yang diterjunkan saat menjangkau lokasi terdampak. Salah satunya, butuh waktu selama 4 hari untuk dapat sampai ke daerah tujuan.

"Contoh dari Wamena menuju ke Nduga itu lewat hutan belantara 4 hari. Di Asmat juga sama, di situ rawa-rawa. Untuk naik boat saja butuh 3 jam. Biayanya tidak kecil, Rp 3 sampai 4 juta. Itu fakta-fakta yang ada di lapangan," kata Presiden.

Kompas TV Korban yang meninggal berasal dari Distrik Atsi dan Distrik Sawa Erma.

Berita Terkait

Tangani Wabah Campak dan Gizi Buruk di Asmat, Polda Papua Bentuk Satgas

Peduli Wabah Penyakit di Asmat, Relawan J osua Gelar Aksi Teatrikal

Moeldoko Sarankan Babinsa-Polisi Dilibatkan dalam Edukasi Kesehatan di Asmat

TNI dan Polri Evakuasi 14 Anak Penderita Campak dan Gizi Buruk di Asmat

Mensos Janji Tangani Kesehatan Anak Asmat Sampai Tuntas

Terkini Lainnya

Kemendagri Larang Gedung Milik Polri dan TNI Jadi Tempat Kampanye

Kemendagri Larang Gedung Milik Polri dan TNI Jadi Tempat Kampanye

Nasional 24 /01/2018, 08:07 WIB Penembakan Massal oleh Remaja 15 Tahun di AS, 2 Tewas dan 17 Terluka

Penembakan Massal oleh Remaja 15 Tahun di AS, 2 Tewas dan 17 Terluka

Internasional 24/01/2018, 08:07 WIB Saat Wiranto Ditanya Siapa Ketua Umum Hanura yang Sah...

Saat Wiranto Ditanya Siapa Ketua Umum Hanura yang Sah...

Nasional 24/01/2018, 07:55 WIB Pesan Mantan Gubernur Jawa Tengah untuk Kandidat Pilkada Jateng

Pesan Mantan Gubernur Jawa Tengah untuk Kandidat Pilkada Jateng

Regional 24/01/2018, 07:47 WIB Akan Ada Gerhana Bulan Total, Gubernur Anies Buat Surat Edaran Ini

Akan Ada Gerhana Bulan Total, Gubernur Anies Buat Surat Edaran Ini

Megapolitan 24/01/2018, 07:45 WIB Kata Idrus Marham soal Rangkap Jabatan

Kata Idrus Marham soal Rangkap Jabatan

Nasional 24/01/2018, 07:44 WIB Derita Bayi Akbar, Idap Bocor Empedu dan Ditinggal Ayah yang Menikah Lagi

Derita Bayi Akbar, Idap Bocor Empedu dan Ditinggal Ayah yang Menikah Lagi

Regional 24/01/2018, 07:35 WIB Berita Terpopuler: Jenazah Biksu Tersenyum, hingga Kesepakatan Akhiri 'Shutdown' di AS

Berita Terpopuler: Jenazah Biksu Tersenyum, hingga Kesepakatan Akhiri "Shutdown" di AS

Internasional 24/01/2018, 07:33 WIB 100 Hari Anies-Sandi dan Realisasi Program Rumah DP 0

100 Hari Anies-Sandi dan Realisasi Program Rumah DP 0

Megapolitan 24/01/2018, 07:30 WIB Terpopuler: Nama Setnov Disebut, Mencari Ferrari, hingga Jakarta Gempa

Terpopuler: Nama Setnov Disebut, Mencari Ferrari, hingga Jakarta Gempa

Nasional 24/01/2018, 07:23 WIB Daoed Joesoef dan Keteguhannya Berkontribusi di Dunia Pendidikan

Daoed Joesoef dan Keteguhannya Berkontribusi di Dunia Pendidikan

Nasional 24/01/2018, 07:18 WIB Sederet Kecelakaan Konstruksi pada Proyek LRT dan MRT dalam 4 Bulan Terakhir

Sederet Kecelakaan Konstruksi pada Proyek LRT dan MRT dalam 4 Bulan Terakhir

Megapolitan 24/01/2018, 06:46 WIB Mantan Mendikbud Daoed Joesoef Meninggal Dunia

Mantan Mendikbud Daoed Joesoef Meninggal Dunia

Nasional 24/01/2018, 06:45 WIB Dua Kubu Hanura Damai, Kasus Hukum Akan Diselesaikan

Dua Kubu Hanura Damai, Kasus Hukum Akan Diselesaikan

Nasional 24/01/2018, 06:33 WIB Setya Novanto dan Para Loyalisnya yang Mulai 'Berguguran'...

Setya Novanto dan Para Loyalisnya yang Mulai "Berguguran"...

Nasional 24/01/2018, 06:10 WIB Load MoreSumber: Google News | Koranmu Papua