Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

Classic Header

{fbt_classic_header}

Postingan Populer

https://www.uhamka.ac.id/reg

Cerita Kapolri tentang Pilkada Papua Saat Jadi Kapolda

Cerita Kapolri tentang Pilkada Papua Saat Jadi Kapolda Rabu 03 Januari 2018, 17:10 WIB Cerita Kapolri tentang Pilkada Papua Saat Jadi K...

Cerita Kapolri tentang Pilkada Papua Saat Jadi Kapolda

Rabu 03 Januari 2018, 17:10 WIB Cerita Kapolri tentang Pilkada Papua Saat Jadi Kapolda Audrey Santoso - detikNews Cerita Kapolri tentang Pilkada Papua Saat Jadi KapoldaKapolri Jenderal Tito Karnavian (Agung Pambudhy/detikcom) Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyelipkan cerita tentang kondisi pesta demokrasi di Papua. Dia mengatakan, berdasarkan pengalamannya saat menjadi Kapolda Papua, masyarakat di sana memilih kandidat berdasarkan uang, bukan program.
"Kalau di daerah-daerah, seperti saya pernah jadi Kapolda Papua, masyarakat kadang tidak melihat program. Yang penting datang ke sini bawa uang nggak?&quo t; cerita Tito kepada wartawan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (3/1/2018).
Hal itu disampaikan saat membahas rencana pembentukan Satgas Money Politics atau Satgas Antipolitik Uang.
Tito tak menutup kemungkinan masyarakat di Ibu Kota pun terpapar praktik money politics. Pemikiran itu berdasarkan fakta adanya kelompok masyarakat dengan tingkat ekonomi bawah di Jakarta.
"Contoh di Jakarta itu juga bisa terjadi. Masyarakat bawah nggak paham program ini-itu," kata dia.
Tito mengatakan masyarakat kelas bawah belum tentu memahami secara benar hak-hak politik dalam sistem demokrasi. "Sistem politik yang saat ini didominasi kelas bawah, mereka yang belum beruntung dapat pendidikan, belum cukup, mereka belum tentu bisa memahami hak-hak politik dalam sistem demokrasi itu," jelas Tito.
Tito berharap orientasi politik masyarakat tidak berdasarkan kandidat pemimpin yang bersedia memberi uang. Dia mengimbau masyar akat memilih pemimpin sesuai dengan kualitas program kerja yang dijanjikan saat kampanye.
"Masyarakat jangan hanya berorientasi pilih kepala daerah yang hanya bayar. Tapi karena programnya," imbau Tito.
(aud/rvk)Sumber: Google News | Koranmu Papua