Page Nav

HIDE

Grid

GRID_STYLE

Pages

https://www.uhamka.ac.id/reg

Mendikbud Sidak ke Sekolah di Daerah Tertinggal

Mendikbud Sidak ke Sekolah di Daerah Tertinggal KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy saat ditemui...

Mendikbud Sidak ke Sekolah di Daerah Tertinggal

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy saat ditemui di Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Rabu (29/11/2017).KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy saat ditemui di Kemenko PMK, Jakarta Pusat, Rabu (29/11/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy kembali mengunjungi daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), yakni Kabupaten Sorong, Papua Barat dan kabupaten Pohuwato, Gorontalo.

Kunjungan dilakukan Mendikbud selama dua hari pada akhir pekan, pada Sabtu (13/1/2018) hingga Minggu (14/1/2018) kemarin.

Di Sorong, Mendibud melakukan sida k ke SMK Negeri 3 Sorong. Di sekolah yang menjadi salah satu program revitalisasi ini, Mendikbud mengecek berbagai peralatan laboratorium. Mendikbud juga menanyakan kemitraan SMK ini dengan dunia usaha dan dunia industri.

"Saya berharap program revitalisasi SMK ini dilaksanakan secara sungguh-sungguh. Kebutuhan tenaga terampil di Sorong ini sangat besar seiring kemajuan kota ini, jadi harus disiapkan dengan baik," kata Muhadjir seperti dikutip dari siaran pers Kemendikbud, Senin (15/1/2018).

Baca juga: Guru Membuka Jalan bagi Masa Depan Anak di Daerah Tertinggal

Mendikbud mengapresiasi Gubernur Papua Barat, Diminggos Mano, yang memiliki perhatian pada pendidikan.

Ia berharap agar Pemda setempat terus meningkatkan anggarannya untuk pendidikan sebagai investasi sumber daya manusia.

Hal serupa juga disampaikan Mendikbud di Gorontalo. Di hadapan 1.000 orang guru dan pegiat pendidikan kota itu, ia mengungkapkan optimisme bahwa Gorontalo dapat mengejar ketertinggalan karena sudah memiliki perhatian besar pada pendidikan.

Mendikbud juga berpesan agar para guru terus berjuang menjadi pendidik yang dapat cepat merespon perubahan.

Alih-alih hanya sebagai pengajar, Mendikbud berpesan bahwa guru harus hadir sebagai pendidik yang tanggung jawabnya sangat besar bagi perkembangan siswanya.

Baca juga: Pendidikan Informal untuk Penguatan Pembelajaran di Daerah Tertinggal

"Jangan berpikir sedikit-sedikit mengubah kurikulum, tetapi berpikirlah bahwa tantangan di depan terus berubah. Oleh karenanya harus dihadapi dengan kemampuan menghadapi perubahan itu sendiri. Guru lah kurikulum yang sebenarnya, jadi jangan alergi dengan perubahan," kata Mendikbud.

Resmikan 5 sekolah

Sementara itu di Pohuwato, Mendikbud meresmikan lima unit sekolah baru bantuan Kemdikbud.

Mendikbud berharap pembangunan sekolah ini dapat memperc epat pembangunan SDM setempat.

Mendikbud juga memberi apresiasi organisasi kemasyarakatan Muhammadiyah. Di Sorong, misalnya, sekolah-sekolah Muhammadiyah justru dipenuhi siswa nonmuslim.

Tidak sedikit lulusan sekolah Muhammadiyah menjadi tokoh dan pejabat setempat. Ia menyebutkan, Wali Kota Jayapura, Bupati Jayapura, dan Wakil Gubernur Papua Barat adalah alumni sekolah Muhammadiyah.

Mendikbud mendorong agar peran ormas dalam membantu pemerintahan diperkuat. Ia mengakui, kemampuan negara masih terbatas sehingga membutuhkan partisipasi masyarakat luas melalui ormas-ormas tersebut.

Kompas TV Mendikbud Larang Siswa SD-SMP Nonton Film G30S/PKI

Berita Terkait

Guru Membuka Jalan bagi Masa Depan Anak di Daerah Tertinggal

Pendidikan Informal untuk Penguatan Pembelajaran di Daerah Tertinggal

Guru Garis Depan, Ujung Tombak Perubahan Masyarakat Daerah Tertinggal

Pemerintah Bangun Daerah Tertinggal lewat Pemberdayaan Perempuan

Peralihan Status PTS Menjadi PTN Diprioritaskan di Daerah Tertinggal

Terkini Lainnya

Berusia 37    Tahun, Perdana Menteri Selandia Baru Hamil 3 Bulan

Berusia 37 Tahun, Perdana Menteri Selandia Baru Hamil 3 Bulan

Internasional 19/01/2018, 14:20 WIB Pemerintah Didesak Realisasikan Putusan MK soal Penghayat Kepercayaan

Pemerintah Didesak Realisasikan Putusan MK soal Penghayat Kepercayaan

Nasional 19/01/2018, 14:13 WIB Ketentuan dalam Rancangan KUHP Dinilai Persulit Pemberantasan Narkotika

Ketentuan dalam Rancangan KUHP Dinilai Persulit Pemberantasan Narkotika

Nasional 19/01/2018, 14:12 WIB DKI Targetkan 2.600 Angkot Terintegrasi OK Otrip

DKI Targetkan 2.600 Angkot Terintegrasi OK Otrip

Megapolitan 19/01/2018, 14:05 WIB Misil Balistik India Kini Diyakini Mampu Jangkau Seluruh Daratan China

Misil Balistik India Kini Diyakini Mampu Jangkau Seluruh Daratan China

Internasional 19/01/2018, 14:01 WIB Ini Topik yang Dibahas Jokowi dengan Utusan PM Abe

Ini Topik yang Dibahas Jokowi dengan Utusan PM Abe

Nasional 19/01/2018, 14:00 WIB Angkat 4.000 PTT Medis Jadi PNS, Presiden Akan    Keluarkan Keppres

Angkat 4.000 PTT Medis Jadi PNS, Presiden Akan Keluarkan Keppres

Nasional 19/01/2018, 13:56 WIB Heboh, Video Mesum Diduga Pelajar SMP dan Siswi SMA di Ungaran

Heboh, Video Mesum Diduga Pelajar SMP dan Siswi SMA di Ungaran

Regional 19/01/2018, 13:53 WIB Selama Olimpiade Musim Dingin, AS Tidak Akan Bertemu Korut

Selama Olimpiade Musim Dingin, AS Tidak Akan Bertemu Korut

Internasional 19/01/2018, 13:53 WIB Diganggu Saat Sedang Minum, Gajah Semprotkan Air ke Anjing Liar

Diganggu Saat Sedang Minum, Gajah Semprotkan Air ke Anjing Liar

Internasional 19/01/2018, 13:53 WIB Anies Yakin Kebijakan Becak Akan seperti DP 0 Rupiah, Ini Maksudnya...

Anies Yakin Kebijakan Becak Akan seperti DP 0 Rupiah, Ini Maksudnya...

Megapolitan 19/01/2018, 13:51 WIB Cocokkan Data Pemilih, KPU Surakarta Datangi Rumah Warga Mulai Besok

Cocokkan Data Pemilih, KPU Surakarta Datangi Rumah Warga Mulai Besok

Regional 19/01/2018, 13:51 WIB 'Tulis Nama Gurumu', Soal Ujian Unik di China

"Tulis Nama Gurumu", S oal Ujian Unik di China

Internasional 19/01/2018, 13:37 WIB Pasal Pidana Narkotika dalam RKUHP Dinilai Akan Persulit Penegak Hukum

Pasal Pidana Narkotika dalam RKUHP Dinilai Akan Persulit Penegak Hukum

Nasional 19/01/2018, 13:33 WIB Peralatannya Lengkap, Kapal Jelsen Natuna Masih Terdampar di Pulau Sedue

Peralatannya Lengkap, Kapal Jelsen Natuna Masih Terdampar di Pulau Sedue

Regional 19/01/2018, 13:27 WIB Load MoreSumber: Google News | Koranmu Papua